Wednesday, April 2, 2014

little-little I can.

Yes, kalian ngga salah baca.

"Little-little I can."

Sebuah kalimat yang cukup familiar di telinga kita sebagai orang Indonesia. Entah itu sebagai bahan bercanda ataupun serius, kalimat ini biasanya diucapkan untuk menggambarkan kalau, "Yaaa dikit-dikit gue bisa lah Bahasa Inggris." Kalau di-bahasa-Indonesia-kan memang artinya menjadi "Dikit-dikit saya bisa." (Walaupun ya secara structure kayaknya ada yang salah dengan kalimat ini. Yang penting mah pede aja dulu. :p)

Bahasa Inggris memang menjadi salah satu bahasa Internasional yang wajib-ngga-wajib kita harus bisa (atau setidaknya tahu) agar bisa ikut dalam 'pergaulan Internasional'. Bahasa ini juga menjadi salah satu 'bahasa penyelamat' apabila kita berada di negeri orang, karena setidaknya ada 1 orang di negeri tersebut yang tahu bahasa Inggris (well, ya biasanya sih.).

Bahasa Inggris itu susah-susah-gampang emang. Susahnya, ya karena ngga kayak bahasa Indonesia yang terkesan mudah (karena memang bahasa yang sudah kita kuasai dari kecil), bahasa Inggris itu memiliki banyak 'peraturan', misalnya soal tenses. Apa yang terjadinya di masa lalu, apa yang terjadi saat ini, dan apa yang akan terjadi di masa depan itu berbeda cara pengucapannya. Tapi, di sini gue bukan mau ngajarin itu sih. Hahaha

Cara belajarnya juga beda-beda, ada yang sampe ikut les sampe level tertentu, ada yang otodidak, cuma dari nonton film asing, dengerin lagu-lagu barat, dan ada juga yang dengan chat dengan orang asing. Ya beda-beda sih, selama caranya halal, ilmunya juga jadi halal.

Guru bahasa Inggris SMP gue dulu pernah bilang, "Dalam prakteknya, yang penting pede aja dulu. Ngga usah peduli sama aturannya seperti apa. Jangan takut salah, karena di situ nantinya kita belajar."

Dan, yap. Itu ada benernya juga sih. Yang penting kita tahu bahasa Inggrisnya apa, dan asal ceplos aja, nanti juga pasti akan dibenerin sama lawan bicara kita. Sepedenya aja. Tapi ya at least, pronunciation-nya bener-bener dikit lah, jangan seenaknya, ya atau nanti orang yang diajak ngomong ngga akan ngerti-ngerti dengan ucapan kita dan nantinya malah jadi bahan ledekan.

Ya gitu deh. Sebenarnya postingan ini cuma mau jelasin kenapa kadang gue posting pake bahasa Inggris (yang mungkin rada awur-awuran), dan juga kadang pake bahasa Indonesia. Seenaknya mood aja pengen share postingan tertentu pake bahasa apa. Dan ya lumayanlah, jadi belajar lagi.

Practice makes perfect, right?

Yaaa, little-little I can lah intinya.

No comments:

Post a Comment